Search This Blog

World's Luxury Istana

Wednesday, November 17, 2010







































































































































































































































































































































































Kali ini team semoet
Trying to share a little about religious adventure. In this case we travel to the goodwill or motivation to prove the myth of building the mosque which was built by Jin who was in the exact location tengah2 settlements in rural areas sanan Rejo Turen - kab. Malang.

Around 12 noon on us Sampek. On location, with the guidance of several blogs rekan2 other adventurers in the virtual world of course. Self help our journey. But "shy astray on the road" is the most important thing for us for the further course we tersesat.hohohohoho.

Okay welcomed by many visitors from different plates of SHN-AG-W-and of course L. More and make sense of this self just curious to see it. Living 100 meters turn left alone if we are from the big bus parking motor2 point. We can see the beautiful mosque outside the gate biasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa quite high and it feels like a big gate at the time of TROY hohooo. Dominance of blue-white color that stand out and of course every surface of the wall nearly 80% of Arabic calligraphy engraved billions. Truly luxurious & magnificent building in the middle of the village settlements.

Buru2 just self ininmakirna vehicle and immediately drove to the mosque area. Actually, this mosque is ponpes Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah. Like boarding schools but that in this thumb acungi sebenar2 true Muslim who love beauty. Briefly yach rekan2 let the curious to the location of the mosque tiban. There are ten floors each floor has a character berbeda2.interior masing2 bakhan extraordinary furnishings will rekan2 find, like a throne with a wonderful gold color paint, plus a chair resting his chair like a king 2 age of ZEUS. There is also a dragon fruit garden etc. 4 kalu who was on the floor I did not forget. There is also a golden tree benar2 did not mean the withdrawal of gold but the gold tree.

There is also the location of the seller to oleh2 stan2 like necklaces, prayer beads, prayer equipment, and manik2 keren2 and cheap. At the top of the mosque built like a beautiful mountain top so there is really a plus mini zoo at his side but contains kera2 only. A more complete existing car park near the zoo's more content, such as deer, etc.. There is also a ground floor room contains buanyak aquarium ornamental fish. Oh yes there is urutan2 third floor of the mosque of the epidemic 78 Ampek kalu g wrong now ... Interestingly there is one board in which the tide several news clippings in the newspaper about this ponpes. there was a denial that that this ponpes built by the jinn.

Many lesson can we draw from this RELIGIOUS trip, I think keiklasan can make the foundation in building this magnificent mosque. Many rekan2 kalimat2 will find a beautiful wall that can be used as a flash of thought in living a holy life.
Greetings adventurers 31 January 2010 - ma

Tuesday, November 16, 2010

masjid istana

10 mesjid terindah di dunia

Mesjid ini adalah Mesjid Nasional dari Bangladesh. Terletak di jantung kota Dhaka, ibukota Bangladesh, masjid ini didirikan tahun 1960-an.
Memiliki kapasitas 30.000 orang, menjadi 10 Masjid terbesar di dunia, namun masih mendapatkan mesjid terlalu penuh dengan setia muslim ibadah. Karena ini, pemerintah bangladesh telah memutuskan untuk menambahkan ekstensi (pelebaran) masjid.

9. Masjid Faisal , Islamabad, Pakistan

10 mesjid terindah di dunia
Faisal di Masjid di Islamabad adalah masjid terbesar di Indonesia dan Asia Selatan dan masjid terbesar keempat di dunia. Itu adalah masjid terbesar di dunia 1986-1993 ketika di kalahkan ukuran oleh selesainya Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Setelah ekspansi dari Masjid Al-Haram
(Grand Mosque) dari Mekkah dan Al-Masjid Al-Nabawi (Mesjid Nabi) di Madinah, Arab Saudi pada tahun 1990-an,
Masjid Faisal Masjid ke tempat keempat terbesar di dunia.
8. Sultan Mosque, Singapore
10 mesjid terindah di dunia
Masjid Sultan , terletak di Muscat Street and North Bridge Road di Kampung Glam Kabupaten Rochor Perencanaan Wilayah di Singapura. Masjid dianggap salah satu yang paling penting masjid di Singapura. Doa aula dan domes menyorot dari masjid fitur star.
Masjid Sultan telah tinggal dasarnya tidak berubah sejak dibangun, hanya dengan perbaikan dilakukan untuk ruang utama di tahun 1960 dan lampiran yang ditambahkan pada tahun 1993 . Ia tetapkan sebagai monumen nasional pada tanggal 14 Maret 1975.
7. Baiturrahman, Bandar Aceh, Indonesia
10 mesjid terindah di dunia
Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh.
Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.
Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968).
Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.
6.Taj’ul Masjid, Bhopal, India
10 mesjid terindah di dunia

Taj-ul-Masajid, adalah sebuah masjid yang terletak di Bhopal, India. Ini adalah salah satu mesjid terbesar di Asia . Masjid juga digunakan sebagai sebuah madrasah (sekolah Islam) di siang hari.
5. Omar Ali Saifuddin, Brunei
10 mesjid terindah di dunia

Istana indonesia

Suasana liburan udah mulai menyeruak dimana-mana. Keinginan akan jalan-jalan sudah membuncah di ubun-ubun. Dengan modal kepastian libur 3 minggu dari pihak kampus dan bonek (bondo nekat), para pandawa lima (Aku, Soir, Feri, Bram, dan Samsul) menyiapkan mental menuju Semarang sekalian pulang setelahnya untuk melepas kangen dengan keluarga.

Berangkat dari kos jam 18.30 dan sampai di Stasiun Senin jam 20.00. setelah memesan tiket Kereta Api Tawang Jaya, kami menunaikan sholat Isya di dalam stasiun sembari menunggu kereta yang berangkat jam 21.30.

Akhirnya kereta yang ditunggu-tunggu datang. Kami mendapatkan kursi di gerbong 3 tapi dengan kursi yang terpisah. Karena kita berangkat hari Senin, maka banyak kursi yang tidak berpenghuni. Melihat hal ini, kami berinisiatif pindah ke gerbong 10, gerbong paling belakang, agar bisa duduk bersama dan tidur dengan nyaman. Waa… senangnya bisa duduk sendirian di 2 tempat duduk sekaligus, alamat bisa tidur nyenyak nih…

Waktu terus berjalan. Jam 6.03 kereta sudah tiba di Stasiun Poncol, telat 55 menit dari jadwal yang seharusnya. Tujuan pertama kita adalah Tugu Muda dan Lawang Sewu.

Tugu Muda dan Lawang Sewu

Dengan berjalan sekitar setengah jam-an, kita sudah berada di kompleks tugu muda. Di sekeliling tugu muda terdapat Lawang Sewu, Museum Mandala Bakti, Wisma Perdamaian, Gedung Pandanaran, dan Gereja Katedral. Tugu ini dibuat untuk memperingati pertempuran Lima Hari di Semarang yang dipimpin oleh Mayor Kido untuk menyerang tentara Jepang yang memakan korban kurang lebih 2000-an orang pada 15 Oktober 1945.

Lawang Sewu adalah bangunan bergaya art deco tiga lantai karya arsitek Belanda, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag, yang dibangun tahun 1903 dan diresmikan pada 1 Juli 1907 untuk menjadi kantor pusat Perusahaan Kereta Api Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (ref: id.wikipedia.com). Untuk masuk ke dalam perlu membayar Rp 5000 per orang. Tapi karena masih banyak tempat yang akan dikunjungi, kita tidak masuk ke dalam. Pada saat kita kunjungi, Lawang Sewu masi direnovasi untuk dijadikan kantor PT KA DAOPS IV Semarang. Sebagai kenang-kenangan, kita berfoto-foto dulu di loko Kereta Uap tipe C2301 buatan Jerman tahun 1908 di halaman depan gedung yang dianggap angker oleh masyarakat ini.

Setelah puas berfoto-foto, kita melanjutkan perjalanan masih dengan berjalan kaki ke Simpang Lima lewat Jalan Pandanaran.

Pusat Oleh-Oleh Khas Semarang dan Kawasan Simpang Lima

Semarang terkenal dengan Lumpia dan Bandeng Prestonya. Untuk membelinya bisa ke Pusat Oleh-oleh Pandanaran. Sayang, karena masih jam 8.00 tidak ada toko yang buka. Hiks…

Tidak sampai 10 menit kita sudah berada di Simpang Lima. Pada siang hari, Simpang Lima hanyalah lapangan rumput biasa di tengah kota. Karena tidak ada yang menarik, kami beristirahat sebentar ke Masjid Baiturahman untuk sekedar menyegarkan diri dari panasnya kota Semarang. Setelah rehat sejenak, Samsul pamit untuk pulang ke Salatiga dan 4 sekawan melanjutkan perjalanan menuju tempat berikutnya, Klenteng Sam Poo Kong. Okey, expedition must go on…

Kelenteng Sam Poo Kong

Dengan naik Angkot jurusan Simpangan dari Simpang Lima, kita menuju kelenteng yang terletak di jalan Simongan 129, Bongsari, Semarang Selatan. Bangunan ini cukup mencolok dari jalan utama dengan warna merah menyala. Tiket masuknya pun terbilang murah, hanya Rp 3000.

Kelenteng ini pertama kali dibangun tahun 1724 untuk mengenang Laksamana Cheng Ho yang dianggap leluhur masyarakat Tionghoa di Semarang. Kemudian diadakan pemugaran tahun 2002. Kelenteng dengan luas 3,7 hektar ini cukup rindang dan megah sehingga serasa sudah berada di Negeri Cina. Di belakang bangunan utama kelenteng terdapat Gua Batu yang diyakini sebagai tempat berlindung dan tempat tinggal Laksamana Cheng Ho saat terdampar di pantai Simongan. Sayang kami tidak dapat masuk karena hanya untuk orang-orang yang ingin sembahyang.Dan kami menikmati suasana kelenteng dengan berfoto-foto. Setelah dinilai cukup, saatnya hengkang dari sini menuju Pagoda Avalokitesvara.

Pagoda Avalokitesvara

Kami menuju kesana dengan bus jurusan Pudak Payung yang lewat di seberang jalan dari Kelenteng Sam Poo Kong. Dalam perjalanan, terlihat pemandangan menakjubkan semarang bawah dan juga melewati Taman Tabanas yang ditandai dengan tugu BI.

Pagoda ini terletak di lereng bukit di jalan Perintis Kemerdekaan atau di depan markas Kodam Diponegoro. Untuk masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya menitipkan KTP yang dapat diambil saat pulang. Dalam kompleks pagoda ini terdapat batu yang berbentuk seperti gong, pohon bodhi, patung Dewi Kwan Im di empat penjuru, aula, dan tentunya pagoda yang masuk rekor MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda ini berbentuk segi delapan dan memiliki tinggi 45 meter.

Kami istirahat sejenak di bangunan aula untuk melindungi diri dari teriknya sinar matahari dan tentunya tak lupa untuk berfoto-foto lagi sebelum melanjutkan perjalanan. Karena waktu telah menunjukkan angka 12 lewat, kami melakukan sholat dulu di musholla di kompleks TNI yang berada di belakang kompleks pagoda ini. Setelah sholat, kami balik ke kota Semarang tepatnya ke daerah RS Karyadi untuk mencari makan siang. Saya memilih makan nasi mawut yang rupanya nasi dengan lauk ikan laut panggang yang dikasih kuah santan. Setelah kenyang, kami melanjutkan ke tujuan terakhir yaitu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tapi sayangnya guide kami, Bram, harus pulang menuju Ungaran.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Dengan oper angkot sampai 3 kali, 3 backpacker sampai di MAJT. Masjid dengan fasilitas pendukungnya seperti kantor, perpustakaan, auditorium, dan toko-toko penjual cinderamata dan makanan ini diresmikan tahun 2006 di tanah seluas 10 hektar. Masjid ini terlihat sangat megah dengan plaza yang begitu luas dengan keenam payung raksasa yang biasanya dibuka saat Shalat Jumat. Di bawah plaza ini terdapat lahan parkir untuk mobil dan kendaraan roda dua. Tempat wudhunya juga cukup lapang dengan toilet yang jumlahnya cukup banyak. Sayang disini tidak ada pengaturan pintu masuk dan keluar untuk pria dan wanita seperti halnya di Masjid Dian al Mahri, Depok, yang dapat menghindari kontak langsung saat akan beribadah. Di kompleks MAJT ini juga terdapat bedug raksasa dan tower untuk melihat pemandangan kota semarang dari lantai 19. Untuk mencapai lantai 19, cukup membayar Rp 5000 yang saat turun tiketnya dapat ditukar dengan 3 sachet Marimas yang menurut kami ga penting banget. Oh iya, di lantai 18 terdapat restoran.

Mendung yang sudah cukup tebal akhirnya menumpahkan isinya ke bumi. Untungnya bus menuju terminal Terboyo lewat di jalan depan MAJT. Bis ini memiliki rute melewati kawasan kota lama Semarang sehingga kami dapat melihat pemandangan bangunan peninggalan zaman kolonial seperti Gereja Blenduk yang direnovasi tahun 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde sehingga memiliki arsitektur seperti sekarang. Di terminal Terboyo, aku dan Soir harus bepisah dengan Feri yang memiliki jalur pulang yang berbeda yaitu ke Klaten. Rupanya tidak hanya stasiun Tawang saja yang sering banjir, terminal Terboyo ini juga banjir. Bener-bener bad day. Bus jurusan Surabaya mulai berangkat jam 6-an malam dan sampai di Terminal Purbaya jam 3.30 keesokan harinya. Kemudian aku berpindah menuju bus jurusan Probolinggo sedangkan Soir tetap di bus karena rumahnya di daerah Taman. Alhamdulillah, aku sampai dengan selamat di rumah tepat saat adzan shubuh berkumandang….

Rincian Biaya Transportasi:
St. Pasar Senen-St. Poncol : KA Tawang Jaya Rp 28000
Simpang Lima-Kelenteng Sam Poo Kong : Rp 2500
Kelenteng Sam Poo Kong-Pagoda Avalokitesvara : Rp 3000
Pagoda Avalokitesvara-RS Karyadi : Rp 2500
RS Karyadi-Simpang Lima : Rp 2500
Simpang Lima-MAJT : Rp 2500×2
MAJT-Terminal Terboyo : Rp 3000
Terminal Terboyo-Terminal Purabaya : Rp 40000
Terminal Purabaya-Pasuruan : Rp 10000


Masjid istana Jin

'Masjid Jin' Bergaya Persia di Turen, Malang
Senin, 6 September 2010 | Tag: Masjid Tiban Turen Malang, Masjid Jin Turen Malang, Pondok pesantren biharu
KapanLagi.com - Wisata religi di Bulan Ramadhan menjadi salah satu aktifitas ibadah sekaligus rekreatif yang banyak digemari masyarakat. Warga Malang raya terutama yang berada di kota Turen misalnya, banyak yang menyempatkan singgah ke masjid megah yang konon dibangun secara 'diam-diam' dan ajaib oleh Jin. Wow.. benarkah demikian ?

Dimulai sekitar tahun 2009, koran-koran lokal di Malang heboh memberitakan tentang adanya masjid berarsitektur gabungan gaya Persia, Timur Tengah, dan Jawa yang 'tiba-tiba ada' di tengah perkampungan masyarakat menengah ke bawah.

Hal inilah yang banyak memunculkan opini bahwa Masjid Tiban ini dibangun dengan bantuan makhluk gaib. Sehingga tak ayal makin mengundang banyak orang untuk membuktikan rasa penasaran dengan berkunjung ke masjid di area pondok pesantren Biharu Bahri' Asali Fadlaailir Rahmah Jl. Anggur Rt 27/Rw 06 Sananrejo-Turen.

Sejatinya, seluruh tenaga dan pendanaan masjid ini dilakukan oleh santri pondok pesantren Biharu Bahri' Asali Fadlaailir Rahmah. Arsitektur bangunan yang mengagumkan dapat dilihat mulai pos depan masjid yang bergaya seperti candi hingga kompleks di dalam bangunan utama. Kubah-kubah bergaya India yang diukir tulisan Arab konon semua dikerjakan oleh santri pondok sendiri.

Masjid ini terdiri dari 9 lantai yang dapat ditelusuri menggunakan lift atau tangga. Ornamen-ornamen etnik dengan gaya Arab berlapis warna emas menghiasi dinding berbagai ruangan dan koridor. Di lantai dasar, Anda bisa membeli aneka cinderamata untuk oleh-oleh. Sedangkan di lantai teratas, Anda akan disuguhi pemandangan indah dari keseluruhan areal masjid.

Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, Anda akan diberikan kartu masuk yang harus diserahkan ke bagian informasi. Proses ini hanya formalitas demi keamanan. Sedangkan tiket masuk tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Akses menuju lokasi sangat mudah untuk dijangkau dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 4 ataupun bus pariwisata. Namun, tampaknya tak banyak masyarakat luas yang tahu adanya wisata religi Masjid Tiban Turen ini. Padahal, dari segi gaya bangunan dan seni arsitekturnya nggak kalah dengan Masjid Taj Mahal lho! Jadi, rugi jika Anda tak membuktikan sendiri keindahannya. (kpl/dty) (Foto : Dari berbagai sumber)

HoMe botetcok

HoMe botetcok

The designer was given a totally free hand to deliver an all-encompassing spacious home incorporating interiors, furnishings, artworks and accessories- right down to the linen.

The creative use of colour defines the bold and confidant architecture of the building. This theme melds seamlessly as you journey through the interiors of the home.

Judges believed this was a home for all seasons and all occasions.

They went on to say, spaces are beautifully proportioned creating an elegant interior with well-considered interior and exterior spaces. A limited palette of colors and materials reinforces the truly superb attention to detail. Every1pxg has been taken care of in every minute detail.

A magnificence example of the Building Designers craft.